Underworld Blood Wars: Terlalu Banyak Lubang

 

Underworld Blood Wars merupakan installment kelima dalam seri Underworld yang muncul pertama kali pada 2003 lalu. Dalam installment terbarunya ini, melanjutkan cerita dalam Underworld Awakening, Selene (Kate Beckinsale) melanjutkan perjuangannya dalam melawan para Lycan dan Faksi Vampir yang mengkhianatinya. Dengan kedua kubu yang memburu putrinya, Eve, memaksa Selene menyembunyikan Eve dari semua orang dan dirinya sendiri. Dibantu oleh satu-satunya sekutu yang ia punya, David (Theo James) dan ayahnya Thomas (Charles Dance), mereka berusaha untuk mengakhiri perang antara Vampir dan Lycan, walaupun itu berarti memaksa Selene membuat sebuah pengorbanan yang sangat besar.

Pertama kali saya melihat trailer Underworld seri terbaru, jujur saya terkagum. Tak hanya adegan berkelahi yang nampak luar biasa, namun misteri cerita juga tergambarkan sangat kuat. Banyak misteri yang meliputi trailer. Sebut saja kaum vampir putih dan kehadiran Marius yang nampaknya seperti Lucian. Namun seiring film berjalan, ekspektasi saya yang sudah terbangun lewat trailer perlahan mulai runtuh. Tak ada adegan berkelahi yang memorable. Tak ada misteri cerita yang mengejutkan. Tak ada karakter yang kuat. Secara eksplisit Underworld Blood Wars tak sekuat installment sebelumnya, bahkan bisa dibilang yang terlemah.

Dimulai dengan plot cerita yang terkesan berantakan. Sejak awal plot memang bukan menjad salah satu hal yang penting dalam franchise ini. Underworld memang hampir selalu memiliki jarak yang cukup jauh antar film, untuk film kali ini mungkin berjarak 4-5 tahun dari film terakhir. Hal tersebut menuntun pada penjelasan naratif Selene tentang apa yang terjadi selama rentang waktu tersebut. Namun sayangnya narasi Selene disini masih kurang rapi. Agak aneh melihat apa yang terjadi kemudian, dengan naskah narasi yang dari film ke film terkesan sama saja. Plot holes memang selalu menjadi “ciri khas” dari seri Underworld. Namun plot holes dalam Blood Wars sangat tak wajar. Banyak kunci cerita yang tak dijelaskan atau tak dikembangkan lebih lanjut. Suatu kesalahan yang luar biasa fatal karena hal tersebut adalah kunci dari perubahan yang akan Selene alami. Bahkan beberapa poin yang disebutkan sepanjang film dibiarkan tak terjelaskan sampai akhir film begitu saja.

Terlalu banyaknya kemunculan karakter yang kurang pendalaman cerita adalah salah satu kesalahan paling fatal dalam Underworld Blood Wars ini. Beberapa karakter penulisannya sangat lemah. Bahkan terlihat sia-sia saja muncul dalam cerita. Tak ada perkembangan lebih jauh dari karakter tersebut, yang padahal jika dikembangkan bisa membuat sebuah plot twist yang cukup menarik. Sebut saja karakter Semira yang membuat saya bertanya-tanya, untuk apa ia ada disana. Tak ada aksi menarik yang ia lakukan. Ia hanya nampak seperti—spoiler alert—karakter antagonis sampingan yang bertugas menggelitik sang tokoh utama. Aksi jahatnya pun terkesan tak berguna dan tak penting. Padahal jika dikembangkan dan diberikan aksi yang lebih berkesan, Semira bisa meninggalkan kesan penting.

Dan yang membuat saya sangat kecewa adalah tidak adanya adegan berkelahi yang brutal dan haus darah. Jika dibandingkan, adegan berkelahi dalam Blood Wars sangat sangat jauh di bawah Awakening yang bahkan bagi saya masih agak tidak masuk akal, namun dapat diterima. Adegan berkelahi sangat jauh dari kesan brutal vampir dan lycan. Tak ada adegan slow motion yang tepat, menyorot tusukan pisau atau robekan kulit. Padahal sejak seri pertamanya Underworld khas dengan adegan berkelahi yang berdarah-darah, brutal. Hal tersebut tak terlihat di sini. Tak ada satu pun adegan perkelahian yang membuat saya excited.

 

42

Special effectsnya buruk. Bahkan terlihat mirip seperti special effect murahan yang sering kita tonton di film-film Indonesia. Anehnya saya lebih nyaman melihat special effects di Underworld dan Underworld Evolution. Special effectsnya tak lebih rapi dari Underworld Awakening. Berantakan dan janggal.

Endingnya pun tak klimaks. Jangan harap ada pertarungan seperti Awakening dengan adu hantam brutal dan munculnya lycan raksasa. Yang ada hanya adu tembak biasa, kemudian Selene muncul dengan kemampuannya yang baru. Adegan utamanya pun biasa saja. Duel antara Selene dan Marius amat sangat biasa saja. Tak ada kesan istimewa dan luar biasa seperti yang ditampilkan dalam trailer. Walaupun memang ada satu adegan kunci yang agak membuat hati saya mencelos saking tak terduganya. Tapi tetap saja tak mampu membawa adegan klimaks tersebut benar-benar memorable. Mungkin Anna Foerster berpikir bahwa narasi lebih penting daripada aksi.

Walau buruk dalam banyak aspek, tetap ada aspek lain yang saya anggap cukup mampu menaikkan derajat Blood Wars walau hanya sepercik. Performa luar biasa Kate Beckinsale yang sudah tak muda lagi benar-benar membuat saya kagum. Pesona dan aura Selene masih terpancar kuat. She’s absolutely killing it. Lalu jangan lupakan Theo James yang tampil cukup mantap sebagai David walau pun dalam beberapa adegan masih terbayang sosoknya sebagai Tobias (Divergent).

43

 

Selain karakter, ada juga beberapa poin cerita yang cukup baik. Satu-satunya hal yang cukup baik dilakukan oleh Cory Goodman adalah, adanya satu kejutan besar dalam naskahnya. Satu hal yang mampu membuat saya mengumpat dan mencelos dalam hati. Namun selain itu, naskah Blood Wars amat sangat lemah.

Jadi, secara keseluruhan Underworld Blood Wars memang saya rasa mengecewakan. Tak mampu melewati Awakening yang sudah mencetak rating yang cukup baik. Blood Wars memiliki poin cerita yang menarik, namun lemah dalam penulisan. Underworld Blood Wars tak lebih dari installment angin lalu. Mudah dilupakan. Walau memang ada beberapa hal yang cukup baik, namun tetap tak mampu membawa Underworld Blood Wars melebihi ekspektasi saya, khususnya sebagai penggemar setia franchise Underworld.

 

Sutradara: Anna Foerster

Musik: Michael Wandmacher

Sinematografi: Karl Walter Lindenlaub

Penulis Naskah:Cory Goodman

Durasi: 91 menit

Pemain: Kate Beckinsale, Theo James, Charles Dance, Lara Pulver, Tobias Menzies

Rating: 5/10

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s