Time Travel Chapter 3

The Fight

Aula besar, Karen’s PoV

Aku sedang mengobrol dengan Loretta, temanku, ketika Michael, salah satu anak kelas 3 menghampiriku dan memberikanku sepucuk surat. Ketika aku bertanya surat dari siapa, Michael langusng berlari pergi. Aneh sekali. Akhirnya aku pun membuka surat itu.

Dear Karen,

Aku ingin membicarakan sesuatu denganmu. Penting sekali. Aku berada dalam masalah yang cukup besar. Dan aku pikir hanya kau lah yang bisa membantuku. Kutunggu kau di lorong ruang kebutuhan jam 11.20 malam ini. Tolong jangan sampai seorang pun tahu soal ini. Aku takut sekali. Dan aku mohon sampai kita bertemu nanti kau jangan temui atau mencariku dulu. Aku sedang sibuk membantu Fred mengerjakan beberapa barang iseng untuk toko Uncle George. Terimakasih Karen. See you tonight.

Your love,

James

Masalah? Masalah apa? Apa masalah itu cukup besar sehingga James meminta untuk bertemu secara rahasia? Well, dia memang selalu terlibat banyak masalah tetapi dia selalu bisa menghandlenya sendiri ataupun hanya berdua dengan Fred.

“Karen, ayo cepatlah, kalau tidak kita akan terlambat ke kelas ramuan.” Loretta mengagetkanku

“Oh, okay Loretta. Ayo.”

End of Karen’s PoV

James’ PoV

“James, aku malas ke kelas ramuan hari ini. Bagaimana kalau kita bolos ke ruang kebutuhan untuk menyelesaikan beberapa produk WWW?” Fred mengajakku membolos.

“Hmm, okay. Aku juga malas bertemu Prof. Slughorn. Selalu membuatku ngantuk.”

Aku dan Fred pun pergi ke ruang kebutuhan. Dengan membawa stok makanan tentu saja. Aku dan Fred berencana untuk membolos sehari penuh. Melewatkan kelas ramuan dan mantra. Yeah, siapa yang butuh kedua pelajaran itu? Cita-citaku menjadi pemain quidditch terkenal, kedua pelajaran it tidak berguna tentu saja.

End of James’ PoV

Karen’s PoV

Aku tidak melihat James seharian ini. Sepertinya dia benar-benar sibuk membantu Fred.

“Karen ayo kita makan. Aku sudah lapar sekali.” Ajak Rose Weasley

“Yeah, ayo. Aku juga sudah lapar.”

“Hey, ngomong-ngomong kau tahu dimana James dan Fred? Aku belum melihatnya seharian ini.” Tanya Lily, adik James.

“Belum Lil, aku juga belum melihat mereka. Sepertinya sedang mengerjakan beberapa proyek WWW.”

“Ah mereka ini, sudah Mum bilang jangan membantu Uncle George lagi. Awas, akan kuadukan mereka…”

“Ah sudahlah Lil, mereka kan hanya bersenang-senang. Lagipula apa salahanya bersenang-senang bukan?”

“Iyasudahlah Lil, santai saja. Lagipula mereka juga belum melewati batas kan?” Hugo menambahkan

“Yeah okelah. Lebih baik kita makan saja yuk”

Kami pun melanjutkan makan malam sambil mengobrol tentang banyak hal. Dan selesai makan kami kembali ke ruang rekreasi. Dan aku pun kembali ke kamarku.

“Ah, masih jam 9. Aku tidur dulu deh sampai jam 11. Baru aku pergi ke room of requirements.”

End of Karen’s PoV

James’ PoV

Aku melewatkan makan malamku di aula besar. Sejak tadi pagi aku berdiam diri di ruang kebutuhan bersama Fred membuat beberapa produk terbaru WWW. Tidak terasa jam sudah menunjukan pukul 10.30. Ah janjiku dengan Karen!

“Fred, sudah malam nih. Sebaiknya kita kembali ke ruang rekreasi. Bagaimana?”

“Yeah, okelah James. Aku juga sudah mulai ngantuk. Kita lanjutkan besok saja.”

Aku dan Fred pun kembali ke ruang rekreasi. Sesampainya disana aku segera mandi dan berganti baju. Aku sengaja memakai baju bagus dan parfum. Well, kita harus mempersiapkan yang terbaik bukan untuk saat-saat seperti ini?

Setelah selesai bersiap-siap, aku pun segera menuju ruang kebutuhan. Tetapi, bukannya menemukan Karen, aku malah bertemu dengan Olivia. Dia pun menghampiriku.

“Hi James, sedang apa kau disini?” Olivia menyapaku

“Well, aku sedang ada urusan, kau sendiri?”

“Sama, aku juga. Aku mau bertemu dengan temanku disini.”

“Oh begitu ya…”

Kami pun mengobrol sedikit soal pelajaran yang makin hari makin sulit saja. Saat sedang mengobrol, tiba-tiba Olivis menciumku! What the hell! Aku pun segera melepaskannya!

“Apa yang kau lakukan Olivia! Bloody hell!” aku berteriak.

Lalu terdengar suara orang menangis dan berlari di belakangku, aku pun berpaling dan melihat Karen berlari. Oh noooooo! Aku pun mendorong Olivia lalu segera berlari mengejar Karen.

“Karen, tunggu! Karen! Oh kumohon ayolah, itu tidak seperti yang kau lihat.”

Namun Karen tidak mendengarku dan terus saja berlari, sampai akhirnya aku berhasil menyusulnya.

“Karen, tunggu dengarkan aku dulu. Itu tidak seperti yang kau lihat, aku sedang mengobrol biasa dengan Olivia lalu tiba-tiba dia menciumku begitu saja. Bukan aku yang menciumnya.”

“Oh yeah? Apa yang dilakukan Olivia disana? Sudah lah James, aku sudah cukup melihat.”

“Aku tidak tau Karen, dia bilang dia sedang menunggu temannya. Kau harus percaya padaku. Ayolah.”

“sudahlah James aku tidak percaya padamu. Pergi James! Aku tidak ingin melihatmu lagi! You’re just a jerk!”

“Karen tunggu! Kamu tidak mengerti! Aku dijebak! Karen!”

Karen pun berlari pergi. Aku pun hanya bisa melihat ia berlari menjauhiku kearah danau hitam. Aku yang sudah mengetahui sifat Karen yang satu ini, bahwa kalau dia sedang marah lebih baik tinggalkan saja dia sendiri, memilih untuk kembali ke asrama dan beristirahat.

End of James’ PoV

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s