Time Travel Chapter 2

Surat Itu

Aula besar terlihat penuh sore itu. Anak-anak dari semua asrama banyak yang berkumpul untuk sekedar meminum butterbeer buatan para peri rumah. Ya walaupun tidak seenak butan Madam Rosmerta, tetap saja cukup enak untuk menghangatkan diri.

“Hangatnyaaaa, enak sekali butterbeer ini. Aku sudah kenyang James. Kau sudah selesai?”

“Yup, I’m done! Mau langsung ke ruang rekreasi?”

“Hmm, sebentar James. Aku ke toilet dulu.”

“Okay Karen. I’ll be right here.”

Seperginya Karen, James menunggu Karen di meja Gryffindor sambil berbincang-bincang dengan Jonah Lee, anak Ravenclaw. Tiba-tiba, dari arah pintu datang sesosok perempuan dengan tubuh tinggi dan rambut pirang. Cantik sekali. Itu Olivia. Olivia Karenina Mitzkova.

Olivia adalah siswi kelas 7 Slytherin. Sejak kelas 1 dulu ia sudah mengejar-ngejar James. Dia tergila-gila padanya. Dan semenjak James jadian dengan Karen pada kelas 4, ia semakin menggila dan selalu berusaha menghancurkan hubungan James dan Karen. Dia merasa Karen tidak pantas mendapatkan James. Karen hanyalah seorang muggleborn yang menurut Olivia tidak cantik sama sekali. Dan James hanya pantas bersama Olivia karna Olivia adalah seorang pureblood yang ayahnya adalah duta besar Rusia untuk Inggris.

“Hi James. Apa kabar? Kau tampan sekali hari ini. Kau sedang apa?” Sapa Olivia dengan aksen Rusianya yang khas.

“Hi Olivia. Well, aku memang selalu tampan setiap hari. Terimakasih ya. Um well, sorry aku harus pergi. Pacarku sudah kembali dari toilet. Bye.” Balas James.

Olivia yang diperlakukan seperti itu hanya bisa merenggut dan cemberut. Tetapi sekilas muncul senyuman tipis di bibirnya…

James pun berdiri dan berjalan menghampiri Karen.

“Si pengganggu datang lagi?” ejek Karen.

“Yeah, seperti biasalah. Memangnya kamu gak cemburu kalo Olivia deketin aku terus?”

“Buat apa? Aku percaya kamu kok.” Karen tersenyum

“Hmm, thanks love. I love you.”James mencium Karen dengan lembut

“Love you too James.”

Sesampainya di ruang rekreasi

“Aku ke kamar ya. See you saat makan malam.” James pamit pada Karen dan pergi ke kamarnya

“Okay see you.”

Kamar anak laki-laki

James yang lelah segera mandi dan mengganti jubah quidditchnya. Saat sedang merapikan jubah quidditchnya, James merasakan sesuatu berada di kantongnya.

“Huh? Apa ini?”

James meraba kantongnya dan menemukan sehelai kertas didalamnya. Penasaran, ia pun segera membacanya.

“Surat siapa ini. Sepertinya aku tidak pernah meninggalkan surat seperti ini.”

Dear James,

Aku sudah berpikir soal hal yang kemarin kita bicarakan. Yeah hal “itu”. Dan aku memutuskan untuk melakukannya. Yeah, aku setuju. Menurutku tidak ada salahnya melakukan itu sebelum, yeah kau tahu… Jadi, aku akan menunggu kau di depan lorong room of requirements pukul 11 malam ini. Aku harap kau tepat waktu. Dan please James, jangan beritahu siapapun soal ini…

Your Love,

Karen

“Huh? Karen? Ini surat Karen? Tumben sekali dia menulis surat. Apa mungkin dia malu untuk bialng ini langsung? Yeah, maybe. The point is, I’m so happy! Yeah finally, Karen setuju… hehehe. Lebih baik aku siap-siap. Makan malam sebentar lagi mulai.”

James pun segera turun ke ruang rekreasi bersama Fred.

“Hmm, Felicity, apa kau melihat Karen?” James bertanya pada Felicity, teman Karen karna ia tidak bisa menemukan Karen dimanapun.

“Oh dia sudah turun sejak tadi James. Dia bilang kalau dia ingin berbincang dengan Prof.Longbottom soal herbology. Dan dia menitipkan pesan kalau kau mencarinya kau duluan saja, nanti dia akan menyusul ke aula besar.”

“Oh begitu. Yasudah, terimakasih Felicity. Ayo Fred kita makan. Aku lapar sekaliiii”

“Yeah come on James.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s