Muttaqoh Choirun Nisa: Si Lentur Ahli “Poomsae”

Taekwondo adalah seni bela diri asal Korea yang juga sebagai olahraga nasional Korea. Dalam bahasa Korea, Tae artinya kaki, Kwon artinya pukulan dengan tangan/tinju, dan Do artinya sistem/cara/seni. Jadi secara keseluruhan taekwondo bisa diartikan seni beladiri yang menggunakan kaki dan tangan sebagai senjata beladiri untuk menaklukan lawannya.

Taekwondo populer tidak hanya di Korea, namun juga dunia. Indonesia menjadi negara di mana taekwondo juga populer. Taekwondo di Indonesia telah berkembang cukup pesat. Setelah berkembang banyak perguruan dan didirikannya induk olahraga taekwondo Indonesia, Taekwondo akhirnya masuk sebagai cabang olah raga resmi di arena Pekan Olahraga Nasional (PON) Ke XI tahun 1985 diselenggarakan di Jakarta.

Gelaran PON ke XIX yang akan dilaksanakan di Jawa Barat pada Oktober 2016 juga masih memasukkan taekwondo sebagai salah satu cabang olahraga. Muttaqoh Khoirun Nisa adalah atlet yang akan mewakili Jawa Barat dalam gelaran PON ke XIX ini. Dara kelahiran Bandung, 29 Juli 1996 ini sudah menekuni taekwondo sejak duduk di bangku kelas 7 SMP. Sejak saat itu ia sering mengikuti kejuaraan baik regional, nasional, maupun internasional.

 

51

Foto: Emmanuella Sukma .R .P

Lulusan SMAN 3 Bandung ini pernah menjadi juara 2 Popnas 2011, juara 3 beregu putri poomsae dan juara 3 beregu freestyle poomsae kejuaraan asia 2013, juara 3 beregu putri poomsae Islamic Solidarity Games 2013, juara 2 beregu putri junior kejuaraan dunia Poomsae 2013, juara 2 individu putri dan juara 1 pasangan Ganesha Cup 2013, juara 1 individu putri dan juara 1 beregu putri Kejurnas PBTI 2014, juara 2 individu putri dan juara 1 beregu putri Porda 2014, juara 3 pasangan dan juara 2 beregu putri Asian University Games 2014, juara 3 individu putri senior GWK International Open 2015, dan juara 3 individu putri dan juara 2 beregu putri senior Indonesia Open 2015.

Muttaqoh menggeluti kelas poomsae atau seni jurus dalam kariernya sebagai taekwondoin. Bertanding di PON tahun ini merupakan pengalaman pertama mahasiswi Program Studi Jurnalistik, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran ini. Muttaqoh akan bertanding di kelas poomsae senior. Poomsae sendiri memiliki empat kelas yang dipertandingkan yaitu, beregu putra, beregu putri, individu putra, dan individu putri. Muttaqoh sendiri akan bertanding di kelas beregu putri yang terdiri dari 3-4 orang.

Ketika ditanya mengapa menekuni kelas poomsae, ia hanya menjawab bahwa dirinya sejak kecil telah memiliki kaki yang lentur sehingga membuatnya lebih mudah untuk melakukan beragam jurus. Padahal awalnya ia adalah atlet kelas kyorugi (adu tanding/sparring) namun kalah di pertandingan pertamanya. Namun kemudian ia mencoba bertanding poomsae dan langsung menang. Ada dorongan dari merasakan kemenangan itulah mengapa hingga sekarang ia terus menekuni kelas poomsae.

Atlet yang mengidolai Kang Su Ji dan Maulana Khaidir ini sedang mengikuti pelatihan intensif yang bertempat di gedung KONI Bandung. Pelaksanaan PON yang tinggal beberapa bulan ini membuat para atlet harus berlatih lebih keras dari biasanya. Mereka yang akan membawa nama baik daerahnya masing-masing tentu saja dituntut untuk memberikan yang terbaik. Muttaqoh pun terpaksa harus cuti dari kuliahnya di semester 4 ini demi fokus berlatih untuk persiapan PON. Jadwal latihannya memang terhitung padat. Senin-Jumat latihan pukul 06.00 dan 14.30. Sedangkan Selasa dan Kamis ada latihan ekstra pukul 20.00-21.00. Para atlet hanya mendapatkan jatah libur pada hari Sabtu sore dan Minggu.

Jadwal latihan yang padat ini memang menjadi salah satu cara KONI Jawa Barat dalam rangka mencapai tujuan mereka dalam PON kali ini yaitu Jabar Kahiji. Muttaqoh pun mengakui bahwa persiapan teknis Jabar sudah sangat maksimal, bisa terlihat dari jam latihan. Namun diakuinya bahwa persiapan non teknis masih mengalami berbagai kendala. Misalnya peralatan dan sarana pra sarana yang ia nilai masih kurang memadai.

Pada kesempatan pertamanya, pemegang sabuk hitam ini berharap dapat mengharumkan nama Jawa Barat dan meraih emas dalam nomor yang akan ia ikuti. Ia juga berharap bahwa Jawa Barat bisa menyapu bersih semua target emas mereka dan benar-benar menjadi “Jabar Kahiji”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s